Akibat Suka Berbohong

Disebuah desa, ada seseorang yang sangat gemar sekali membuat cerita bohong. Misalnya dia berkata pada tetangganya bahwa pak RT-nya meninggal dunia. Seluruh warga pun berbondong-bondong ke rumah pak RT. Namun warga terkejut ketika mendapati pak RT masih sehat bugar. Ternyata semua warga sudah dikerjai orang tersebut. Lantas dia pernah membuat heboh warganya dengan membuat berita akan ada bom. Semua warga panik, namun ternyata semuanya bohong.

Akhirnya warga pun menjadi tidak ada yang mempercayai ucapannya.

Suatu ketika, anaknya menderita sakit keras. Karena dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, maka dia pun segera berlari ke tetangga sebelah rumahnya untuk meminta tolong. Namun tetangga yang sudah tahu dia suka berbohong, berpikir itu hanyalah cerita bohong seperti biasanya dan enggan menolongnya. Satu rumah, dua rumah, hingga seluruh tetangga diminta tolong olehnya, namun tak ada satupun yang menolongnya karena semuanya sudah jera dibohongi olehnya.

Dengan putus asa, dia segera kembali ke rumahnya untuk merawat anaknya. Namun anaknya ternyata telah meninggal dunia.

Dari cerita tersebut, apa yang bisa kita ambil? Kepercayaan dan kejujuran. Ternyata kepercayaan dan kejujuran berada diantara hidup dan mati. Sehebat itukah? Ya!

Kepercayaan dan kejujuran adalah harta kita di dunia ini yang tidak ternilai dan tidak bisa dinilai dengan uang. Kepercayaan dan kejujuran adalah hal yang paling dicari orang di dunia ini. Bahkan, sebuah komplotan penipu pun akan mencari orang yang paling jujur untuk diangkat sebagai kepala kelompoknya.

Namun sayang sekali, tidak sedikit orang yang menyia-nyiakan kepercayaan yang orang berikan kepadanya. Anda bisa membuat seribu alasan kenapa Anda tidak jujur pada orang lain, namun orang lain cukup membutuhkan satu hal untuk tidak percaya kepada Anda, “tidak ada satu orangpun yang ingin dibohongi, apalagi untuk kedua kalinya”.

 

Semoga bermanfaat.