Don’t Judge Book By Its Cover

“Don’t judge a book by its cover”. Ini adalah sebuah peribahasa yang sudah tidak asing lagi kita dengar. Atau dalam bahasa Indonesianya “Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya”. Sejatinya memang begitu. Cara terbaik untuk mengetahui sebuah isi buku tidak lain adalah dengan membaca seluruh isinya. Saya setuju dengan pendapat ini. Seiring waktu, entah karena jaman yang semakin amburadul atau karena memang manusia semakin ingin bebas, saya semakin sering mendengar peribahasa ini. Akhirnya saya tergelitik untuk memperhatikan lebih dalam kenapa kalimat ini menjadi lebih sering muncul belakangan ini. Dan lewat tulisan ini saya ingin berbagi sedikit apa yang terkait dengan hal ini berdasarkan pemikiran saya.   # Tersinggung Dengan Penilaian Orang Lain Terhadap Dirinya Orang yang melontarkan kalimat ini adalah orang yang mempertahankan diri atas penilaian orang lain terhadap dirinya. Peribahasa ini digunakan sebagai pengganti kalimat, “Saya tidak seperti yang kamu kira”. # Sedang Berseteru Dengan Orang Lain Biasanya perseteruan akan menjadi kerucut yang kemudian akan menjadi lahan untuk saling menyerang secara personal. Peribahasa ini adalah tameng dalam sebuah perseteruan. # Masa Bodoh dan Tidak Mau Peduli Ada lagi orang yang memang masa bodoh dengan apa yang dikemukakan orang lain. Dia berpedoman pada prinsip, “Yang penting saya sebetulnya anu…”. # Menutupi Keburukan Ini yang bagi saya sangat memprihatinkan. Peribahasa ini digunakan memang untuk menutupi keburukannya yang memang dia sendiri sadari. Namun dia menggunakan peribahasa ini untuk memberikan klaim bahwa dia tidaklah seperti itu.   Mungkin kira-kira seperti itulah alasan-alasan orang hingga harus mengucapkan peribahasa tersebut. Nah, karena ternyata alasan-alasan yang digunakan selalu berkaitan dengan orang lain, saya ingin mengajak Anda (yang memang keranjingan mengucapkan kalimat tersebut) untuk sedikit membuka mata...

Acupoints Treasure Multifunctional Apparatus

Sekitar akhir tahun 2012, saya pergi berkunjung ke Kantor Pusat Tiens di Jakarta untuk mengikuti salah satu acara products knowledge dari Dr. Teddy. Disana dipajang pada etalase, begitu banyak produk baru yang saya sama sekali tidak pernah lihat sebelumnya, seperti: syrup, susu, kosmetik, dan berbagai macam produk lainnya. Semua produk ini sedang dalam masa penantian untuk segera diluncurkan di Indonesia. Terkadang saya suka tidak sabar ingin segera mencoba produk-produk tersebut dan berpikir kenapa tidak diluncurkan sekarang saja? Namun perusahaan Tiens selalu bersabar menunggu semua prosedur baik pemeriksaan produk oleh lembaga terkait hingga segala perijinan harus terbit lebih dahulu, baru Tiens akan meluncurkan produknya. Baiklah, itu poin plus dari perusahaaan ini. Kembali kepada cerita diatas, ada satu produk yang sangat menarik perhatian saya yaitu Acupoints generasi ke-3. Hmmm, bentuknya sangat menarik dan elegan. Saya mencari tahu kepada staff kapan kira-kira alat ini diluncurkan namun staff belum bisa memberikan keterangan pasti karena alat ini masih dalam proses seperti yang sudah saya singgung diatas. Ok, tidak apa-apa. Orang sabar disayang Tuhan 😀 Pada saat artikel ini ditulis, saya sedang tersenyum sendiri karena alat yang saya lihat saat itu kini berada di depan saya, mmmm, tepatnya dirumah saya (narsis sekali-kali boleh kan? hahaha). Tidak akan saya tulis bagaimana saya bisa mendapatkan Acupoints ini karena memang produk ini belum diluncurkan di Indonesia, tapi yang ingin saya tuliskan disini adalah review singkat dari saya pribadi (ini bukan penjelasan resmi dari perusahaan) agar Anda yang membacanya bisa memiliki bayangan seperti apakah Acupoints generasi ke-3 ini. Here we go!   Dari segi kemasan, Acupoints ini jauh lebih eksklusif dibandingkan para pendahulunya. Isi dari kemasan cukup banyak yaitu:...

Resiko Memasang Password Pada BlackBerry

Handphone layaknya sebuah dompet yang berisi segudang privasi. Pemiliknya tentu saja tidak ingin isi handphonenya dapat diketahui oleh orang lain. Selain alasan keamanan, maka sebagian besar handphone memberikan proteksi “Lock Device”, yaitu mengunci handphone agar tidak dapat dibuka, dan dapat dibuka hanya apabila kita masukkan password. Dengan sistem proteksi ini, maka orang lain tidak dapat membuka handphone Anda dan privasi Anda tetap terjaga. Lantas samakah Device Lock pada sebuah BlackBerry? Secara umum sama. Namun BlackBerry ini dikenal karena sistem proteksinya yang sangat ketat. Saya menulis ini karena saya yakin masih banyak diantara pengguna BlackBerry yang belum tahu resiko dari penggunaan Device Lock pada BlackBerry ini. Saya tidak ingin maksud Anda untuk menjaga privasi berubah menjadi sebuah bencana. Mengaktifkan password pada MENU > OPTION > PASSWORD, memberikan rasa aman bagi penggunanya. Namun yang harus diketahui adalah jika password yang dimasukkan salah sebanyak 10 (sepuluh) kali, maka BlackBerry akan secara otomatis menghapus semua data di Device BlackBerry Anda dan mengembalikan BlackBerry Anda kembali seperti pada saat BlackBerry tersebut dikeluarkan dari pabrik (istilahnya “Wipe”). Artinya, semua kontak, SMS, software Third Party, notes, kalendar, dan lain sebagainya akan hilang! (Kecuali data yang tersimpan di Media Card). Apakah ini kelemahan BlackBerry? Bukan. Ini adalah sistem proteksi dari sebuah BlackBerry. Jika password yang dimasukkan salah, BlackBerry menganggap bahwa BlackBerry Anda dipegang oleh bukan pemiliknya (misal: dicuri). Untuk menghindari BlackBerry disalahgunakan oleh orang lain tersebut, maka BlackBerry mencegahnya dengan cara menghapus semua data pada Device. Sebetulnya peringatan mengenai hal ini terdapat pada BlackBerry Anda, yaitu pada menu HELP. Namun sangat jarang sekali pengguna BlackBerry yang membacanya, sehingga tidak sedikit orang yang kehilangan data-data penting karena ketidaktahuannya....

Holster, Sarung Original BlackBerry

Ketika Anda merubah sound pada BlackBerry Anda, Anda selalu menemukan “In Holster”, dan “Out Of Holster”. Apa sebetulnya yang dimaksud dengan Holster ini? Ketika kita membeli BlackBerry, didalam dus tersebut terdapat sebuah tempat/sarung handphone berlogokan BlackBerry. Karena bentuknya yang dapat dikatakan “biasa-biasa saja”, maka kebanyakan pengguna BlackBerry lebih memilih untuk membeli sarung yang dijual ditoko-toko aksesoris handphone dengan berbagai model dan pilihan untuk dipasangkan pada BlackBerry-nya. Sebetulnya tempat/sarung handphone yang diberikan oleh BlackBerry bukanlah hanya sekedar tempat/sarung handphone, melainkan ia adalah sebuah BlackBerry Holster. BlackBerry dilengkapi dengan sensor magnetik, yang dapat membuat BlackBerry mengaktifkan settingan tertentu secara otomatis ketika sensor tersebut mendapatkan respon. Holster adalah sebuah sarung yang dilengkapi magnet, dimana letak magnet tersebut disesuaikan dengan letak sensor magnetik pada BlackBerry. Fungsi Holster Melindungi BlackBerry Anda jika terjatuh secara tidak sengaja (karena BlackBerry terlindungi secara keseluruhan). Meminimalis debu yang masuk ke BlackBerry Anda, karena Holster dibuat membungkus BlackBerry serapat mungkin. Ketika BlackBerry berada didalam Holster, maka secara otomatis display akan padam sehingga baterai menjadi lebih hemat. Ketika BlackBerry berada didalam Holster, maka fungsi Keypad Lock akan secara otomatis berfungsi, sehingga akan mencegah terjadinya unwanted dial (menekan tombol secara tidak sengaja) Anda dapat membedakan settingan profile pada saat BlackBerry berada didalam Holster (In Holstery) atau saat tidak berada di dalam Holster (Out Of Holster). Misalnya Anda ingin BlackBerry hanya menggunakan getar saat berada dalam Holster, dan hanya nada dering saja pada saat tidak berada di dalam Holster. Setelah mengetahui fungsi dari Holster, apakah Anda segera mencari dus BlackBerry Anda untuk mengambil Holster? Atau mungkin Anda tetap enggan menggunakan Holster? Tidak perlu khawatir, karena banyak tempat/sarung BlackBerry buatan produsen lain yang dilengkapi magnet...

Menghilangkan Noda Tinta Printer Di Tangan

Kadang tangan kita terkena tinta pada saat kita mengisi ulang printer. Dan pastinya cukup menjengkelkan karena tangan kita akhirnya menjadi terkesan “tidak bersih”. Biasanya yang pertama terlintas yaitu menggunakan alkohol atau sabun untuk membersihkannya. Namun, hasilnya noda tinta itu tetap saja menempel di kulit kita. Dibawah ini salah satu tips yang saya kira lebih ampuh untuk membersihkan noda tinta tersebut. Gunakan Lem Cair Siapkan lem cair yang biasa digunakan untuk kertas. (JANGAN menggunakan lem selain untuk kertas, karena itu bisa membuat Anda terluka). Kemudian oleskan pada bagian yang terkena tinta. Diamkan hingga mengering. Kemudian gosok-gosoklah lem yang sudah kering tersebut, tinta akan terangkat bersama dengan lem yang sudah kering tersebut. Ulangi hingga benar-benar bersih, dan tangan Anda pun kembali bersih. *Catatan: Lem stick (yang seperti lipstik dan untuk kertas) pun dapat digunakan.   Semoga...