Don’t Judge Book By Its Cover

“Don’t judge a book by its cover”. Ini adalah sebuah peribahasa yang sudah tidak asing lagi kita dengar. Atau dalam bahasa Indonesianya “Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya”. Sejatinya memang begitu. Cara terbaik untuk mengetahui sebuah isi buku tidak lain adalah dengan membaca seluruh isinya. Saya setuju dengan pendapat ini. Seiring waktu, entah karena jaman yang semakin amburadul atau karena memang manusia semakin ingin bebas, saya semakin sering mendengar peribahasa ini. Akhirnya saya tergelitik untuk memperhatikan lebih dalam kenapa kalimat ini menjadi lebih sering muncul belakangan ini. Dan lewat tulisan ini saya ingin berbagi sedikit apa yang terkait dengan hal ini berdasarkan pemikiran saya.   # Tersinggung Dengan Penilaian Orang Lain Terhadap Dirinya Orang yang melontarkan kalimat ini adalah orang yang mempertahankan diri atas penilaian orang lain terhadap dirinya. Peribahasa ini digunakan sebagai pengganti kalimat, “Saya tidak seperti yang kamu kira”. # Sedang Berseteru Dengan Orang Lain Biasanya perseteruan akan menjadi kerucut yang kemudian akan menjadi lahan untuk saling menyerang secara personal. Peribahasa ini adalah tameng dalam sebuah perseteruan. # Masa Bodoh dan Tidak Mau Peduli Ada lagi orang yang memang masa bodoh dengan apa yang dikemukakan orang lain. Dia berpedoman pada prinsip, “Yang penting saya sebetulnya anu…”. # Menutupi Keburukan Ini yang bagi saya sangat memprihatinkan. Peribahasa ini digunakan memang untuk menutupi keburukannya yang memang dia sendiri sadari. Namun dia menggunakan peribahasa ini untuk memberikan klaim bahwa dia tidaklah seperti itu.   Mungkin kira-kira seperti itulah alasan-alasan orang hingga harus mengucapkan peribahasa tersebut. Nah, karena ternyata alasan-alasan yang digunakan selalu berkaitan dengan orang lain, saya ingin mengajak Anda (yang memang keranjingan mengucapkan kalimat tersebut) untuk sedikit membuka mata...

Resiko Memasang Password Pada BlackBerry

Handphone layaknya sebuah dompet yang berisi segudang privasi. Pemiliknya tentu saja tidak ingin isi handphonenya dapat diketahui oleh orang lain. Selain alasan keamanan, maka sebagian besar handphone memberikan proteksi “Lock Device”, yaitu mengunci handphone agar tidak dapat dibuka, dan dapat dibuka hanya apabila kita masukkan password. Dengan sistem proteksi ini, maka orang lain tidak dapat membuka handphone Anda dan privasi Anda tetap terjaga. Lantas samakah Device Lock pada sebuah BlackBerry? Secara umum sama. Namun BlackBerry ini dikenal karena sistem proteksinya yang sangat ketat. Saya menulis ini karena saya yakin masih banyak diantara pengguna BlackBerry yang belum tahu resiko dari penggunaan Device Lock pada BlackBerry ini. Saya tidak ingin maksud Anda untuk menjaga privasi berubah menjadi sebuah bencana. Mengaktifkan password pada MENU > OPTION > PASSWORD, memberikan rasa aman bagi penggunanya. Namun yang harus diketahui adalah jika password yang dimasukkan salah sebanyak 10 (sepuluh) kali, maka BlackBerry akan secara otomatis menghapus semua data di Device BlackBerry Anda dan mengembalikan BlackBerry Anda kembali seperti pada saat BlackBerry tersebut dikeluarkan dari pabrik (istilahnya “Wipe”). Artinya, semua kontak, SMS, software Third Party, notes, kalendar, dan lain sebagainya akan hilang! (Kecuali data yang tersimpan di Media Card). Apakah ini kelemahan BlackBerry? Bukan. Ini adalah sistem proteksi dari sebuah BlackBerry. Jika password yang dimasukkan salah, BlackBerry menganggap bahwa BlackBerry Anda dipegang oleh bukan pemiliknya (misal: dicuri). Untuk menghindari BlackBerry disalahgunakan oleh orang lain tersebut, maka BlackBerry mencegahnya dengan cara menghapus semua data pada Device. Sebetulnya peringatan mengenai hal ini terdapat pada BlackBerry Anda, yaitu pada menu HELP. Namun sangat jarang sekali pengguna BlackBerry yang membacanya, sehingga tidak sedikit orang yang kehilangan data-data penting karena ketidaktahuannya....

Holster, Sarung Original BlackBerry

Ketika Anda merubah sound pada BlackBerry Anda, Anda selalu menemukan “In Holster”, dan “Out Of Holster”. Apa sebetulnya yang dimaksud dengan Holster ini? Ketika kita membeli BlackBerry, didalam dus tersebut terdapat sebuah tempat/sarung handphone berlogokan BlackBerry. Karena bentuknya yang dapat dikatakan “biasa-biasa saja”, maka kebanyakan pengguna BlackBerry lebih memilih untuk membeli sarung yang dijual ditoko-toko aksesoris handphone dengan berbagai model dan pilihan untuk dipasangkan pada BlackBerry-nya. Sebetulnya tempat/sarung handphone yang diberikan oleh BlackBerry bukanlah hanya sekedar tempat/sarung handphone, melainkan ia adalah sebuah BlackBerry Holster. BlackBerry dilengkapi dengan sensor magnetik, yang dapat membuat BlackBerry mengaktifkan settingan tertentu secara otomatis ketika sensor tersebut mendapatkan respon. Holster adalah sebuah sarung yang dilengkapi magnet, dimana letak magnet tersebut disesuaikan dengan letak sensor magnetik pada BlackBerry. Fungsi Holster Melindungi BlackBerry Anda jika terjatuh secara tidak sengaja (karena BlackBerry terlindungi secara keseluruhan). Meminimalis debu yang masuk ke BlackBerry Anda, karena Holster dibuat membungkus BlackBerry serapat mungkin. Ketika BlackBerry berada didalam Holster, maka secara otomatis display akan padam sehingga baterai menjadi lebih hemat. Ketika BlackBerry berada didalam Holster, maka fungsi Keypad Lock akan secara otomatis berfungsi, sehingga akan mencegah terjadinya unwanted dial (menekan tombol secara tidak sengaja) Anda dapat membedakan settingan profile pada saat BlackBerry berada didalam Holster (In Holstery) atau saat tidak berada di dalam Holster (Out Of Holster). Misalnya Anda ingin BlackBerry hanya menggunakan getar saat berada dalam Holster, dan hanya nada dering saja pada saat tidak berada di dalam Holster. Setelah mengetahui fungsi dari Holster, apakah Anda segera mencari dus BlackBerry Anda untuk mengambil Holster? Atau mungkin Anda tetap enggan menggunakan Holster? Tidak perlu khawatir, karena banyak tempat/sarung BlackBerry buatan produsen lain yang dilengkapi magnet...

Menghilangkan Noda Tinta Printer Di Tangan

Kadang tangan kita terkena tinta pada saat kita mengisi ulang printer. Dan pastinya cukup menjengkelkan karena tangan kita akhirnya menjadi terkesan “tidak bersih”. Biasanya yang pertama terlintas yaitu menggunakan alkohol atau sabun untuk membersihkannya. Namun, hasilnya noda tinta itu tetap saja menempel di kulit kita. Dibawah ini salah satu tips yang saya kira lebih ampuh untuk membersihkan noda tinta tersebut. Gunakan Lem Cair Siapkan lem cair yang biasa digunakan untuk kertas. (JANGAN menggunakan lem selain untuk kertas, karena itu bisa membuat Anda terluka). Kemudian oleskan pada bagian yang terkena tinta. Diamkan hingga mengering. Kemudian gosok-gosoklah lem yang sudah kering tersebut, tinta akan terangkat bersama dengan lem yang sudah kering tersebut. Ulangi hingga benar-benar bersih, dan tangan Anda pun kembali bersih. *Catatan: Lem stick (yang seperti lipstik dan untuk kertas) pun dapat digunakan.   Semoga...

Tips Menghilangkan Noda Lem Bekas Bandrol Harga

Tidak jarang ketika kita membeli barang dari toko, dan di barang tersebut menempel bandrol yang membuat kita tidak nyaman melihat barang tersebut. Tidak sekedar karena pada bandrol tersebut tercantum harganya, tapi juga barang menjadi tidak indah dilihat. Namun pada saat kita mencabut bandrol tersebut seringkali meninggalkan noda lem yang susah untuk dibersihkan. Cara yang efektif dan efisien untuk membersihkan noda lem tersebut, yaitu gunakanlah minyak Kayu Putih. Caranya: Siapkan minyak kayu putih dan kain yang tidak meninggalkan serat. Tuangkan minyak kayu putih secukupnya pada bagian dimana terdapat noda lem, dan tuangkan pada kain. Gosok bagian noda lem dengan kain tersebut (pada saat menggosok, beri sedikit tekanan) hingga bersih.   Semoga...

Tips Menghindari Penipuan Lewat Internet

Menjadi penipu sepertinya sudah menjadi profesi saat ini. Kejahatan ini terjadi hampir dalam berbagai bidang. Sebagai orang yang berkutat dengan teknologi, ternyata penipuan pun banyak ditemui dan bahkan dilakukan melalui media teknologi. Jejaring sosial, khususnya Facebook, menjadi tempat yang nyaman bagi para penipu untuk iseng “lempar-lempar batu, siapa tau kena”. Hal ini disebabkan pada media internet, orang dengan sangat mudah membuat identitas palsu. Cukup buat email (dengan data palsu), buat akun Facebook (dengan data palsu), pasang foto palsu, dan lancarkan modus tipuan. Dan luar biasa, korbannya begitu banyak. Karena itu hati saya terketuk untuk mengingatkan Anda, agar tidak menjadi korban. BERKEDOK ONLINE SHOP Dapat dipastikan, penipuan pada Facebook berkedok online shop. Kenapa? Penipuan itu terlaksana pada saat terjadi pembayaran dari korbannya. Jadi para penipu pun rame-rame membuat online shop di Facebook. Namun harus diingat bahwa tidak semua online shop itu penipu, banyak juga yang memang penjual betulan. Anda harus bisa memilih, online shop mana yang aman dan mana yang harus dihindari. HANDPHONE, LAPTOP, KAMERA DIGITAL MURAH Siapa yang tidak ingin memiliki barang baru dengan setengah harga pasar? Apalagi barangnya canggih-canggih. Nah, Anda sudah berhadapan dengan perangkap mereka. Hebatnya, mereka tidak memberikan harga murah dengan sadis, mereka akan membuat Anda bingung dan berpikir bahwa barang itu adalah memang selundupan atau black market. Misalnya, barang seharga 5 juta di toko. Si penipu tidak memberikan harga 750 ribu, jika seperti ini, orang akan berpikir kalo barang tersebut tiruan, dan tidak akan tertarik membeli. Mereka memasang harga 2,2 atau 3,5 juta, sehingga Anda berpikir bahwa barang itu asli, dan mulai mempertimbangkan untuk memilikinya (baca: tertipu). Dan jika Anda tertipu, Anda tertipu dengan telak! Karena...