Kamar Orang Lain Selalu Tampak Lebih Bagus

Pernahkah Anda dalam keadaan yang sangat letih, entah itu karena aktivitas Anda yang sangat padat, atau sehabis bekerja keras, atau sehabis berolahraga berat, atau apapun itu. Lantas Anda begitu merindukan kamar Anda. Anda begitu ingin merebahkan tubuh Anda di kasur kamar Anda yang sebetulnya berantakan, namun Anda merasakan sebuah ketenangan dan kenyamanan di dalamnya. Anda begitu menikmati semilir angin yang berhembus dari jendela kamar Anda. Sehingga Anda bisa tertidur nyenyak disana. Pernah?

Lantas dalam situasi lain, apakah Anda pernah berkunjung ke rumah teman, saudara, tetangga Anda, dan Anda takjub melihat kamar mereka yang sangat lux? Anda melihat lemarinya yang warnanya begitu sesuai dengan cat temboknya. Anda lihat warna spreinya begitu selaras dengan gorden kamarnya. Meja riasnya yang bergaya modern, AC yang selalu siap mengusir panas, sebuah komputer dengan beberapa gadgetnya tersusun rapi, sebuah meja kerja dengan berbagai alat yang menurut Anda sangat canggih, kamar mandi yang begitu wangi, semuanya membuat Anda takjub. Pernah?

Didalam kehidupan, tentunya sebagai manusia kita tidak akan merasa pernah puas. Itu sudah sifat default dari seorang manusia. Tidak pernah puas. Maka dari rasa tidak pernah puas tersebut, lahirlah berbagai macam kejadian, dari yang namanya perselingkuhan hingga korupsi, semua lahir karena “rasa tidak pernah puas”.

Saat ini Anda mungkin memiliki sebuah sepeda motor. Namun tidak lama berselang, ketika hujan datang, Anda menginginkan sebuah mobil. Setelah Anda memiliki mobil, tak lama kemudian setelah Anda melihat iklan mobil terbaru, Anda ingin mengganti mobil lama Anda dengan mobil terbaru. Lantas setelah Anda memiliki mobil terbaru, Anda bergegas untuk menghadiri sebuah pertemuan penting, Anda terjebak dalam kemacetan, lantas Anda pun merasa iri dengan para pengendara motor yang bisa menerobos kemacetan. Well, begitulah diri kita. Ya, kita semua seperti itu. Rumput tetangga seakan lebih hijau dari pada rumput di pekarangan rumah kita.

Rasa tidak pernah puas ini tentunya tidak baik. “Lho? Kalo untuk memotivasi orang agar lebih giat bekerja keras bagus dong?”. Sekali lagi saya bilang, “Tidak baik!”. Anda baca lagi: TIDAK PERNAH PUAS. Anda hanya akan bekerja keras hingga tubuh Anda hancur karena Anda tidak akan pernah merasa puas. Anda mendapatkan nilai 10, Anda ingin 11. Anda mendapatkan nilai 100, Anda ingin 101, dan seterusnya. Itu hanya akan membawa Anda kepada kehancuran. Begitu hebatnya peranan-peranan yang dimainkan oleh setiap orang di dunia ini, membuat kita terlena akan tujuan dari hidup itu sendiri.

Apabila sifat tersebut tidak baik, kenapa Tuhan memberikan sifat itu kepada manusia? Tentu saja Tuhan memberikan berbagai sifat pada diri manusia selain sebagai anugerah juga sebagai ujian. Anda tidak akan naik kelas tanpa ujian. Anda tidak akan mendapatkan ijazah tanpa ujian.

Bisakah kita terlepas dari sifat tersebut? Sifat tersebut tidak bisa lepas dari diri kita. Hanya saja, kita masih memiliki kemampuan untuk mengontrol atau mensiasatinya dengan cara mensyukuri apa yang kita punya, dan menengok kepada mereka yang belum seberuntung kita. Anda memiliki istri yang shaleh dan cantik, lantas Anda melihat wanita yang lebih cantik lagi, segeralah Anda menengok kepada mereka yang masih juga belum memiliki istri, dan Anda bersyukur telah memiliki istri. Anda mungkin saja pernah merasakan begitu nyamannya tidur di kamar lux pada cerita diatas, namun saya yakin tidak akan senyaman dan sedamai Anda tidur di kamar Anda sendiri. Ingatlah terus perasaan ketika Anda begitu merindukan kamar Anda, dan bersyukurlah Anda memiliki kamar tersebut.

Semoga bermanfaat.