Nada Dasar Terlalu Tinggi, Tolong Turunkan 2 Oktaf

Artikel ini ditujukan kepada mereka yang awam tentang musik, tapi kadang-kadang suka menjadi “pelaku” seni musik (biasanya bernyanyi) entah di pesta pernikahan, karaoke, ataupun acara sejenis itu dimana mereka bernyanyi hanya untuk hiburan dirinya saja.

Disini saya tentunya ingin meluruskan saja, karena ternyata orang (yang bukan musisi) sering keliru dalam menggunakan istilah musik (meskipun maksudnya saya yakin betul, hanya istilahnya saja yang keliru).

Kenapa harus diluruskan? Hmmm… Saya akan balik bertanya, “Apakah yang keliru harus dibiarkan?”. Hehe…

Saya sendiri menulis ini karena bukan sekali dua kali sering mendengar ketika seseorang bernyanyi dan entah chord lagu itu terlalu tinggi atau terlalu rendah, mereka suka berkata “Turunin (atau naikin) dong 2 oktaf?”. Jadi ternyata ada kekeliruan dalam mengartikan oktaf itu sendiri.

Oktaf (Octave) adalah termasuk kedalam sebuah interval nada. “Lha? Interval nada itu apa? Makin ribet aja nih!”. Tenang saudara-saudara, artikel ini tujuannya memberikan pemahaman. Pasti akan ditulis “semudah” mungkin.

Interval nada itu adalah jarak antara satu notasi dengan notasi lainnya. Saya akan menjelaskan dengan notasi yang sederhana. Contoh-contoh notasi adalah: C, D, E, F, G, A, B. Jika Anda memiliki piano, organ, ataupun keyboard, Anda liat ada tuts (papan tekan) berwarna putih dan hitam. Nah, C, D, E, F, G, A, B tersebut dibunyikan oleh tuts yang berwarna putih.

“Lho? Tuts putih itu kan banyak banget? Sementara yang disebut cuma 7? C, D, E, F, G, A, B. Ini aja yang saya liat tutsnya nggak tau ada berapa puluh?”.

Nah, ini jawabannya. Karena, setelah B, maka urutan nada akan diulang kembali ke C. Masih samar-samar kan? Begini: C, D, E, F, G, A, B, C (lagi), D (lagi), E (lagi), dan seterusnya. Jadi, tuts putih yang berapa puluh jumlahnya itu, hanya pengulangan dari 7 notasi tersebut. Bedanya adalah makin tinggi dan makin rendah. Nah, jarak antara satu notasi dengan notasi lainnya yang sama, itulah Oktaf. Dari C ke C lagi itu adalah satu oktaf. Dari D ke D lagi itu adalah satu oktaf. Dan seterusnya.

“Terus apa yang disebut dengan 1 oktaf, atau 2 oktaf, atau 3 oktaf, dan yang semacam itu?”. Jawabannya ya sama, interval nada (jarak nada). 2 oktaf adalah notasi yang sama hanya saja 2 kali lebih rendah atau lebih tinggi. 3 oktaf adalah notasi yang sama hanya saja 3 kali lebih rendah atau lebih tinggi.

Jika ada yang masih bingung, Anda bisa melupakan semua yang Anda baca diatas, tapi ingat baik-baik kalimat setelah titik ini. Menaikan atau menurunkan oktaf, tidak akan merubah nada dasar lagu. Jadi, misalnya ketika Anda bernyanyi dan merasa lagu tersebut terlalu tinggi, Anda turunkan 5 oktaf-pun tetap saja lagu itu akan terlalu tinggi bagi Anda. Kenapa? Karena nada dasarnya ya tetap saja sama. Misalnya nada dasar lagu di G, Anda turunkan 5 oktaf ya tetap saja nada dasarnya di G. Ingat, oktaf adalah notasi yang sama.

“Terus mestinya gimana dong? Ngomong kalo gak ngasih solusi sama aja boong!”. Sekali lagi, tenang pemirsa. Hehe… Yang tepat adalah misalnya Anda katakan, “Tolong turunkan nada dasarnya 2 NADA”.

Nah, yang tepat adalah “(sekian) Nada”. Jika hitungannya 2 nada, 3 nada, 1½ nada, dan sebagainya itu baru akan membuat lagu yang tadinya ketinggian atau kerendahan, jadi pas untuk Anda nyanyikan.

Misalnya nada dasar lagu di G, kemudian Anda turunkan 1 nada, maka lagu akan menjadi bernada dasar F. Kalo Anda minta turunkan 1½ nada, maka lagu akan menjadi bernada dasar di E. Berubah kan nada dasarnya?

Sebetulnya banyak yang bisa dibahas mengenai interval nada ini. Tapi, karena motivasi menulis artikel ini karena banyaknya kekeliruan orang dalam mengartikan oktaf ini, pembahasannya sampai sini saja dulu 😀

 

Semoga bermanfaat.