Tips Menghindari Penipuan Lewat Internet

Menjadi penipu sepertinya sudah menjadi profesi saat ini. Kejahatan ini terjadi hampir dalam berbagai bidang. Sebagai orang yang berkutat dengan teknologi, ternyata penipuan pun banyak ditemui dan bahkan dilakukan melalui media teknologi.

Jejaring sosial, khususnya Facebook, menjadi tempat yang nyaman bagi para penipu untuk iseng “lempar-lempar batu, siapa tau kena”. Hal ini disebabkan pada media internet, orang dengan sangat mudah membuat identitas palsu. Cukup buat email (dengan data palsu), buat akun Facebook (dengan data palsu), pasang foto palsu, dan lancarkan modus tipuan.

Dan luar biasa, korbannya begitu banyak. Karena itu hati saya terketuk untuk mengingatkan Anda, agar tidak menjadi korban.

BERKEDOK ONLINE SHOP

Dapat dipastikan, penipuan pada Facebook berkedok online shop. Kenapa? Penipuan itu terlaksana pada saat terjadi pembayaran dari korbannya. Jadi para penipu pun rame-rame membuat online shop di Facebook. Namun harus diingat bahwa tidak semua online shop itu penipu, banyak juga yang memang penjual betulan. Anda harus bisa memilih, online shop mana yang aman dan mana yang harus dihindari.

HANDPHONE, LAPTOP, KAMERA DIGITAL MURAH

Siapa yang tidak ingin memiliki barang baru dengan setengah harga pasar? Apalagi barangnya canggih-canggih. Nah, Anda sudah berhadapan dengan perangkap mereka.

Hebatnya, mereka tidak memberikan harga murah dengan sadis, mereka akan membuat Anda bingung dan berpikir bahwa barang itu adalah memang selundupan atau black market. Misalnya, barang seharga 5 juta di toko. Si penipu tidak memberikan harga 750 ribu, jika seperti ini, orang akan berpikir kalo barang tersebut tiruan, dan tidak akan tertarik membeli. Mereka memasang harga 2,2 atau 3,5 juta, sehingga Anda berpikir bahwa barang itu asli, dan mulai mempertimbangkan untuk memilikinya (baca: tertipu). Dan jika Anda tertipu, Anda tertipu dengan telak! Karena Anda ingin menghemat 1,5 juta, Anda malah kehilangan 3,5 juta.

SIAPAKAH SEBETULNYA YANG JADI SASARAN PENIPU?

ABG! Ya, sasarannya adalah anak-anak remaja usia belasan tahun yang sedang ingin terlihat “gaul”. Kenapa? Menenteng handphone terbaru, nongkrong di cafe hot spot sambil menatap laptop, dan foto-foto menggunakan kamera SLR lantas menguploadnya di Facebook. Bukankah hal-hal tersebut dianggap keren dan “gaul” oleh sebagian besar anak remaja? Dan para remaja biasanya belum bisa berpikir panjang dan dikalahkan oleh keinginan yang menggebu-gebu untuk memiliki barang-barang keren tersebut. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh para penipu.

Nah, mungkin Anda mulai paham, kenapa harus online shop, kenapa harus gadget terbaru yang dijual, kenapa ABG yang jadi sasaran. Waspadailah setiap modus penipuan. Dibawah ini beberapa tips agar Anda terhindar dari penipuan semacam itu.

Tips

BERTEMU LANGSUNG DENGAN PENJUAL

Memang online shop adalah tempat dimana orang cukup pesan, dan barang diantar ke tempat Anda. Namun dalam hal ini jika sang penjual satu kota dengan Anda, lebih baik Anda bertemu langsung. Jika dia tidak mau bertemu, 99% orang tersebut adalah penipu.

GUNAKAN JASA SAUDARA ATAU TEMAN

Jika si penjual tidak satu kota, lebih baik cari saudara atau kawan Anda yang satu kota dengan si penjual. Mintalah mereka yang bertemu dengan sang penjual.

GUNAKAN JASA REKBER

Ada jasa yang bertujuan menjaga keamanan bertransaksi online, yaitu Rekber (Rekening Bersama). Rekber ini menjadi pihak ketiga dalam transaksi Anda dengan si penjual. Teknisnya kurang lebih seperti ini: Anda mengirimkan uang ke rekber (memberitahukan akan bertransaksi dengan siapa, berikan data lengkap), lalu rekber akan menghubungi penjual yang mengatakan bahwa uang pembelian sudah di rekber dan si penjual silahkan kirim barang. Setelah barang betul-betul diterima Anda, barulah rekber mengirimkan uang tersebut ke si penjual.

TIDAK PERLU BELANJA ONLINE

Jika sesuatu hal lebih banyak resikonya, lebih baik Anda ambil yang tidak beresiko. Seandainya Anda akan membeli barang yang harganya tidak murah, lebih tepat Anda beli langsung di toko. Anda bisa mendapatkan garansi, service after sale, dan jika terjadi sesuatu dengan barang yang Anda beli, Anda tahu kemana harus meminta pertanggungjawaban. Uang tidak pernah bohong, bukan?